DAMPAK PENGGUNAAN
PLASTIK
TERHADAP LINGKUNGAN
Mogot hermantoro
Universitas Islam Indonesia
mogothr@gmail.com
I.
PENDAHULUAN
Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas
dari yang namanya plastik dalam
aktivitasnya sehari-hari. Plastik telah menjadi komponen penting dalam
kehidupan modern saat ini dan peranannya telah menggantikan kayu dan logam
mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan
terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, serta sifat insulasinya yang
cukup baik.
Saat ini, banyak makanan yang kemasannya
dibuat dari plastik. Seperti yang kita ketahui bahwa plastik merupakan bahan
yang sulit terurai oleh mikroorganisme dan membawa dampak buruk bagi lingkungan
kita. Selain itu, sudah banyak sosialisasi yang diberikan tentang dampak penggunaan kemasan plastik. Hal ini
dapat diartikan juga, bahwa sudah banyak orang yang mengetahui tentang dampak
buruk dari penggunaan kemasan plastik. Namun, kurangnya kesadaran manusia
membuat penggunaan kantong plastik justru bukan berkurang melainkan semakin
bertambah.
Plastik adalah polimer rantai-panjang
dari atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit
molekul berulang, atau "monomer". Istilah plastik mencakup produk
polimerisasi sintetik atau semi-sintetik, namun ada beberapa polimer alami yang
termasuk plastik. Plastik terbentuk dari kondensasi
organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk
meningkatkan performa atau ekonomi.
Bertambahnya jumlah populasi manusia
mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan sandang dan pangan. Semakin
majunya zaman menuntut manusia untuk cepat dalam melakukan segala macam hal,
termasuk dalam pemenuhan sandang dan pangan. Kebanyakan orang lebih memilih
makanan dengan penyajian yang praktis dan cepat yang kebanyakan dikemas dengan
plastik.
Plastik adalah nama golongan zat-zat
polimer tinggi buatan seperti polstirene, poletilena polvinil, cloroda,
fenolformaldehina, urea formaldehina, seluloid, dan lain-lain. Seluloid (dari
selulosa) telah dapat dibuat pada tahun 1869, tetapi plastik-plastik secara
umum baru dipakai dalam industri setelah BAKELIT dibuat banyak-banyak pada
tahun 1970.
Jumlah penduduk indonesia dari tahun 2009 sampai
thaun 2014
Output
tabel Dinamis
|
Tahun
|
||||
|
Tahun
|
2009
|
2010
|
2013
|
2014
|
|
Jumlah
jiwa
|
58
421.90
|
61
390.30
|
64
041.20
|
64
771.60
|
Sumber : badan pusat statistik (banyaknya rumah tangga menurut provinsi 2000-2014)
Berdasarkan
data diatas penduduk indonesi dari tahun ketahun selalu meningkat maka dari itu
banyaknya penguna plastik dipengaruhi oleh banyaknya jumlah penduduk indonesia.
Pengguna plastik di indonesia menempati peringkat dua dunia
setelah china hal ini dikarenak hampir semua barang yang diproduksi menggunakan
bahas plastik, selain itu pengguna plastik terbanyak yaitu kalangan ibu rumah
tangga perdesaan yang selalu berbelanja menggunakan kantong plastik sabagai
tempat untuk membawa barang bawaannya yang dibeli setelah itu di buang dengan
cuma-cuma sehingga bisa menyebabkan penumpukan sampah plastik.
II.
PENGGUNAAN
KANTONG PELASTIK
a.
Produksi plastik
Sampah adalah buangan berupa bahan padat
yang menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan, nilai sumber daya, membawa
penyakit, menyumbat saluran air, menimbulkan polusi dan bayak menimbulkan
dampak negatif lainnya. (Bahar,2012)
Plastik merupakan bahan baru yang
semakin berkembang. Dewasa ini, plastik banyak digunakan untuk berbagai macam
bahan dasar. Penggunaan plastik dapat
dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi, elektroteknik, automotif, mebel,
pertanian, peralatan rumah tangga, bahan
pesawat, kapal mainan dan lain sebagainya. Penggunaan plastik di
berbagai bidang seperti di atas di dasarkan pada alasan bahwa bahan plastik
mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain antara lain, seperti tidak
mudah berkarat, kuat, tidak mudah pecah, ringan, dan elastis.
Ada beberapa proses yang terjadi pada
industri plastik, yaitu bahan dasar biji plastik mengalami pemanasan, kemudian
dikirim ke tempat pembentukan. Pembentukan bisa dilakukan dengan berbagai cara
antara lain: pencetakan, pengepresan, dan pembentukan dengan pemanasan atau
dengan vakum. Setelah mengalami pembentukan, selanjutnya dilakukan proses
pendinginan. Proses ini bertujuan agar plastik yang sudah terbentuk tidak
mengalami perubahan bentuk lagi.
Ratusan juta ton plastik yang digunakan
di bumi ini, maka ratusan juta ton juga sampah plastik yang dihasilkan dan
menjadi polutan utama dunia. Karena bahan dasar plastik adalah phthalate ester,
di phthalate (DEHP) yang bersifat stabil, sukar diuraikan oleh mikroorganisme
sehingga kita terus-menerus memerlukan area untuk pembuangan sampah. Pada
makanan yang dikemas dalam bungkus plastik, adanya migrasi zat-zat monomer dari
bahan plastik ke dalam makanan.
Beberapa Karakteristik plastik
diantaranya adalah sebagai berikut: 1)
Densitas. Plastik yang berbeda memiliki tingkat kepadatan yang berbeda, namun
semuanya lebih ringan daripada sebagian besar jenis bahan lainnya. 2. Ketahanan.
Sebagian besar plastik bersifat tahan lama (awet) dalam berbagai situasi.
Sebagian diantaranya dapat mengalami penurunan (hancur) setelah terkena terik
sinar matahari dalam waktu lama, sebagian besar jenis plastik tahan terhadap
tahan kimia. 3. Penghantar listrik. Plastik merupakan penghantar listrik yang
sangat rendah sehingga dapat digunakan sebagai penyekat listrik. 4. Penghantar
panas. Plastik digunakan sebagai penghambat panas karena memiliki daya
penghantar panas sangat rendah. 5. Daya benturan. Plastik mengandung daya
benturan seperti kekerasan yang terkandung dalan bahan logam.
Bahan dasar
pembuat plastik
1. Termoplastik: mempunyai sifat mencair
jika dipanaskan pada suhu tinggi dan cepat kembali pada saat mendingin
2. Termisetting plastik: plastik jenis ini
tahan pada suhu tinggi, oleh karena itu sering digunakan untuk membuat pegangan
panic dan asbak.
b.
Pengguna Kantong
Plastik di Indonesia
Plastik merupakan material yang secara
luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar
biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi
220 juta ton/tahun pada tahun 2005.
Berikut data penggunaan sampah plastik terbesar di
dunia :
|
NO.
|
Country
|
Econ klassif
|
Coastal POP
(millyons)
|
Waste gen. Rate
kg/ppd
|
% plastic waste
|
% mismanaged waste
|
Mismanaged plastic
waste (MMT/ year)
|
%Of total mismanaged
plasticwaste
|
Plastic marine debris (MMT/ year)
|
|
1
|
China
|
UMI
|
262,9
|
1.10
|
11
|
0,76
|
8,82
|
27,7
|
1,32-3,53
|
|
2
|
Indonesia
|
LMI
|
187,2
|
0,52
|
11
|
83
|
3,22
|
10,1
|
0,48-1,29
|
|
3
|
Philpipines
|
LMI
|
83,4
|
0,5
|
15
|
83
|
1,88
|
5,9
|
0,28-0,75
|
|
4
|
Vietnam
|
LMI
|
55,9
|
0,79
|
13
|
88
|
1,83
|
5,8
|
0.28-0,73
|
|
5
|
Sri Lanka
|
LMI
|
14,6
|
5.1
|
7
|
84
|
1,59
|
5,0
|
0,24-0,64
|
Berdasarkan
data diatas indonesia menduduki peringkat kedua menyumbang sampah plastik didunia.
Maka dari itu kita sebagai generasi mudah harus sadar akan mengurangi
mengunakan plastik, satu gerakan akan akan membawa dampak yang sangat besar
dimasa yang akan mendatang, pentingnya kesadaran diri yang harus kita tanam
dari diri kita masing-masing untuk tidak menggunakan samapah yang tidak bisa
didaur ulang.
III.
DAMPAK JANGKA
PANJANG
a.
Pencemaran
terhadap tanah
Sampah
plastik yang berada dalam tanah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
menyebabkan mineral-mineral dalam tanah baik organik maupun anorganik semakin
berkurang, hal ini menyebabkan jarangnya fauna tanah, seperti cacing dan
mikorganisme tanah, pada area tanah
tersebut, dikarenakan sulitnya untuk memperoleh makanan dan berlindung. Selain
itu kadar O2 dalam tanah semakin sedikit, sehingga fauna tanah sulit untuk
bernafas dan akhirnya mati. Ini berdampak langsung pada tumbuhan yang hidup
pada area tersebut. Tumbuhan membutuhkan mikroorganisme tanah sebagai perantara
dalam kelangsungan hidupnya.
Salain
dari pendapat diatas sampah dapat menyebabkan terganggunya habitat cacing
didalam tanah, padahal cacing adalah salah satu hewan yang hidup didalam tanah
yang membantu manusia untuk menggemburkan tanah, cacing juga bisa membantu
menyuburkan tanah. Jika ada sampah plastik yang terkubur didalam tanah maka
dapat meyebabkan terhambatnya air meresap ke dalam tanah.
b.
Pencemaran udara
dan lingkungan
Pada jaman sekarang ini banyak sekali
manusia yang kurang sadar betapa bahayanya sampah plastik bagi kesehatan
mereka, membuang sampah sembarangan dan plastik tidak dapat dicerna oleh tahan,
semangkin banyak sampah yang menumpuk maka semangkin batapa bahanya bagi
kehidupan. Meraka belum sadar satu sampah plastik jika setia hari membeli dan
membuang berapa O2 yang telah dicemari, kita bernafas memerlukan O2 bersih
belum ada noda sedikitpun betapa sayangnya jika anda membuang sampah kemu dian
udara taksedap anda hirup kembali, yang semula bersih kini menjadi tidak
seperti yang di sumbangkan tumbuhan untuk makluk hidup yang ada di dunia ini.
Satu sampah plastik yang anda pakai
setiap hari kemudia berapa kali anda melakukan yang sama di setiap hari
menelantarkan dengan sia-sia, kemudia setelah menimbulkan bauk tak sedap berapa
makluk yang telah menghirup udara tersebut. Anda tidak merasakan dihari itu
namun keluarga selanjutnya lah yang akan merasakan dampak bahanya, betapa
kejinya merusak generasi yang akan mendatang.
Tidak hanyak manusia saja yang merasakan
tetapi semua ikut merasakan ditanah makluk yang tinggal di dalam tanah, jika di
air makluk air juga merasakan dan semua makluk yang tinggal di bumi. Dampak plastik
terhadap lingkungan merupakan
akibat negatif yang
harus ditanggung alam karena
keberadaan sampah plastik.
Penggunaan
kemasan atau kantong
plastik akan memberikan
akibat antara lain:
1. Tercemarnya
tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
2. Racun-racun
dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan
pengurai di dalam tanah seperti cacing.
3. PCB
yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan
menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
4. Kantong
plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
5. Menurunkan
kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah
dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
6. Kantong
plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah
diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
7. Hewan-hewan
dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
8. Hewan-hewan
laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap
kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat
mencernanya.
9. Ketika
hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan
hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya .
10. Pembuangan
sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan
sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
IV.
UPAYA
MENANGGULANI
a.
Mengalihkan
keramah lingkungan
Ada berbagai macam cara dalam
menanggulangi sampah plastik. Ada yang didaur ulang (recycle), ada yang
dihancurkan menggunakan cara ramah lingkungan, ada pula yang dibuang di tempat
pembuangan akhir sehingga tidak ramah lingkungan. Menanggulangi sampah plastik
memang susah-susah gampang. Sebagai hasil dari produk sintetis, sampah plastik
tidak mudah dihancurkan secara alami. Butuh waktu yang sangat lama untuk
mengurai plastik kembali menjadi unsur alam.
Upaya mengurangi sampah plastik ini juga
dilakukan mengalihkan ke unit usaha, seperti menggunakan GoodyBag. GoodyBag ini
bisa digunakan untuk belanja membawa barang yang relatif banyak, kuat dan tahan
lama. Salain GoodyBag juga bisa menggunakan untuk masyarakat menengah kebawah
yang mayoritas mereka berbelanja di pasar tradisional untuk mambawa barag
bawaannya selain itu juga ada PaperBag
untuk masyarakat menengah keatas yang dominan berbelanja di mall atau
swalayan-swalayan besar.
Plastik, styrofoam atau plastik busa
juga bisa digunakan untuk kemasan makanan terutama untuk makanan cepat saji.
Keunggulan plastik dan styrofoam yang praktis dan tahan lama merupakan daya
tarik yang cukup kuat bagi para penjual maupun konsumen makanan untuk
menggunakannya Pemakaian styrofoam sebagai kemasan atau wadah makanan memang
dengan mempertimbangkan beberapa kelebihan styrofoam, seperti mampu mencegah
kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang, mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, serta mempertahan
kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, ringan.
b.
Mengurangi
Penggunaan Plastik
Dibalik
segala dampak buruk
yang dibawa oleh
penggunaan plastik, ternyata terdapat
beberapa cara yang
dapat kita lakukan untuk
mengurangi penggunaan plastik
sehingga dampaknya pun terkurang.
Berikut merupakan beberapa
cara penanggulangan plastik
yang bisa kita
lakukan:
1. Bawa Reusable Bag (tas ramah
lingkungan) saat bepergian selain ramah lingkungan juga cocok dibawa kemana saja.
2. Bawa Tumbler atau Lunch Box sendiri saat ke sekolah atau ke kantor
selain hemat, juga meminimalisir sampah plastik berbahaya, dan berpartisipasi
dalam diet kantong plastik.
Mungkin
cara-cara ini belum
dilakukan oleh banyak
orang, namun kita
bisa mulai melakukan
hal ini dari diri kita
sendiri dahulu, sehingga
bisa menjadi contoh dan
bisa dilakukan oleh
orang lain. Agar semakin
banyak orang yang
melakukan hal ini
untuk lingkungan yang
tetap terjaga pada
masa depan. Karena, walaupun
tindakan tersebut hanya tindakan kecil tapi bisa berpengaruh besar terhadap
lingkungan.
c.
Penanganan
Limbah Plastik
Pada umumnya, sampah tersebut dibuang ke
tempat pembuangan sampah. Oleh karena limbah plastik itu tidak dapat diuraikan
oleh mikroorganisme, akibatnya kita terus menerus memerlukan areal untuk
pembuangan sampah. Meskipun tidak beracun, limbah plastik dapat menyebabkan
pencemaran tanah, selain merusak pemandangan. Beberapa cara yang dapat ditempuh
dalam mengatasi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang (recycle), dengan
incinerasi, dan dengan membuat plastik yang dapat mengalami biodegradasi.
Penanganan limbah plastik yang paling
ideal adalah dengan mendaur ulang. Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah
dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap- tahap pengumpulan (sortir),
pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah pengumpulan dan
pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan
disiplin tinggi ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah plastik.
Dewasa ini plastik yang cukup banyak di daur ulang adalah jenis HDPE dan botol-
botol plastik.
Cara lain untuk mengatasi limbah plastik
adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik
mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber
tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik membakar batu bara
yang dicampur beberapa persen ban dan plastik bekas. Akan tetapi pembakaran
sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik
seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas
menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas- gas yang bersifat korosif.
Gas- gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling
serius adalah dibebaskannya gas Dioksin yang sangat beracun pada pembakaran
senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus
dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udara.
Sekitar setengah dari penggunaan plastik
adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik
yang bio- atau fotodegradable. Hal ini telah diupayakan dan telah mulai
dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar Amilum (Zat
Tepung). Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat
enggan untuk membayar lebih plastik Biodegradable
V.
KESIMPULAN
Plastik telah menjadi komponen penting
dalam kehidupan modern saat ini, kita telah mengetahui bahwa plastik itu
berbahaya tetapi masih banyak digunakan dalam pebuatan kemasan, pesawat, namun
alangkah baikanya jika kita mengurangi penggunaan plastik satu gerakan akan
berdampakbesar di kemudian hari. Plastik itu berbahaya karena susah terurai
oleh mikoorganisme, plastik berdampak jangka panjang yang dapat mengganggu
lingkungan O2 yang tercemar, terhambatnya saluran biopori tanah.
Sampah dapat diatasi dengan cara
memindahkan ke ramah lingkungan untuk masyarakat atas bisa menggunakan PaperBag
dan utuk masyarakat mengah kebawah bisa menggunakan GoodyBag. Bawa Reusable Bag
(tas ramah lingkungan) saat bepergian selain ramah lingkungan juga cocok dibawa kemana saja. Bawa Tumbler atau
Lunch Box sendiri saat ke sekolah atau ke kantor selain hemat, juga
meminimalisir sampah plastik berbahaya, dan berpartisipasi dalam diet kantong
plastik