Kamis, 08 September 2016

DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK TERHADAP LINGKUNGAN

DAMPAK PENGGUNAAN  PLASTIK
TERHADAP LINGKUNGAN

Mogot hermantoro
Universitas Islam Indonesia
mogothr@gmail.com

I.          PENDAHULUAN

Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas dari yang namanya  plastik dalam aktivitasnya sehari-hari. Plastik telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini dan peranannya telah menggantikan kayu dan logam mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, serta sifat insulasinya yang cukup baik.
Saat ini, banyak makanan yang kemasannya dibuat dari plastik. Seperti yang kita ketahui bahwa plastik merupakan bahan yang sulit terurai oleh mikroorganisme dan membawa dampak buruk bagi lingkungan kita. Selain itu, sudah banyak sosialisasi yang diberikan tentang  dampak penggunaan kemasan plastik. Hal ini dapat diartikan juga, bahwa sudah banyak orang yang mengetahui tentang dampak buruk dari penggunaan kemasan plastik. Namun, kurangnya kesadaran manusia membuat penggunaan kantong plastik justru bukan berkurang melainkan semakin bertambah.
Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik, namun ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi.
Bertambahnya jumlah populasi manusia mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan sandang dan pangan. Semakin majunya zaman menuntut manusia untuk cepat dalam melakukan segala macam hal, termasuk dalam pemenuhan sandang dan pangan. Kebanyakan orang lebih memilih makanan dengan penyajian yang praktis dan cepat yang kebanyakan dikemas dengan plastik.

Plastik adalah nama golongan zat-zat polimer tinggi buatan seperti polstirene, poletilena polvinil, cloroda, fenolformaldehina, urea formaldehina, seluloid, dan lain-lain. Seluloid (dari selulosa) telah dapat dibuat pada tahun 1869, tetapi plastik-plastik secara umum baru dipakai dalam industri setelah BAKELIT dibuat banyak-banyak pada tahun 1970.

Jumlah penduduk indonesia dari tahun 2009 sampai thaun 2014
Output tabel Dinamis
Tahun
Tahun
2009
2010
2013
2014
Jumlah jiwa
58 421.90
61 390.30
64 041.20
64 771.60
Sumber : badan pusat statistik (banyaknya rumah tangga menurut provinsi       2000-2014)
   Berdasarkan data diatas penduduk indonesi dari tahun ketahun selalu meningkat maka dari itu banyaknya penguna plastik dipengaruhi oleh banyaknya jumlah penduduk indonesia. Pengguna plastik di indonesia menempati peringkat dua dunia setelah china hal ini dikarenak hampir semua barang yang diproduksi menggunakan bahas plastik, selain itu pengguna plastik terbanyak yaitu kalangan ibu rumah tangga perdesaan yang selalu berbelanja menggunakan kantong plastik sabagai tempat untuk membawa barang bawaannya yang dibeli setelah itu di buang dengan cuma-cuma sehingga bisa menyebabkan penumpukan sampah plastik.






II.    PENGGUNAAN KANTONG PELASTIK

a.      Produksi plastik

Sampah adalah buangan berupa bahan padat yang menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan, nilai sumber daya, membawa penyakit, menyumbat saluran air, menimbulkan polusi dan bayak menimbulkan dampak negatif lainnya. (Bahar,2012)
Plastik merupakan bahan baru yang semakin berkembang. Dewasa ini, plastik banyak digunakan untuk berbagai macam bahan dasar.  Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi, elektroteknik, automotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga, bahan  pesawat, kapal mainan dan lain sebagainya. Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas di dasarkan pada alasan bahwa bahan plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain antara lain, seperti tidak mudah berkarat, kuat, tidak mudah pecah, ringan, dan elastis.
Ada beberapa proses yang terjadi pada industri plastik, yaitu bahan dasar biji plastik mengalami pemanasan, kemudian dikirim ke tempat pembentukan. Pembentukan bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain: pencetakan, pengepresan, dan pembentukan dengan pemanasan atau dengan vakum. Setelah mengalami pembentukan, selanjutnya dilakukan proses pendinginan. Proses ini bertujuan agar plastik yang sudah terbentuk tidak mengalami perubahan bentuk lagi.
Ratusan juta ton plastik yang digunakan di bumi ini, maka ratusan juta ton juga sampah plastik yang dihasilkan dan menjadi polutan utama dunia. Karena bahan dasar plastik adalah phthalate ester, di phthalate (DEHP) yang bersifat stabil, sukar diuraikan oleh mikroorganisme sehingga kita terus-menerus memerlukan area untuk pembuangan sampah. Pada makanan yang dikemas dalam bungkus plastik, adanya migrasi zat-zat monomer dari bahan plastik ke dalam makanan.
Beberapa Karakteristik plastik diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Densitas. Plastik yang berbeda memiliki tingkat kepadatan yang berbeda, namun semuanya lebih ringan daripada sebagian besar jenis bahan lainnya. 2. Ketahanan. Sebagian besar plastik bersifat tahan lama (awet) dalam berbagai situasi. Sebagian diantaranya dapat mengalami penurunan (hancur) setelah terkena terik sinar matahari dalam waktu lama, sebagian besar jenis plastik tahan terhadap tahan kimia. 3. Penghantar listrik. Plastik merupakan penghantar listrik yang sangat rendah sehingga dapat digunakan sebagai penyekat listrik. 4. Penghantar panas. Plastik digunakan sebagai penghambat panas karena memiliki daya penghantar panas sangat rendah. 5. Daya benturan. Plastik mengandung daya benturan seperti kekerasan yang terkandung dalan bahan logam.
Bahan dasar pembuat plastik
1.         Termoplastik: mempunyai sifat mencair jika dipanaskan pada suhu tinggi dan cepat kembali pada saat mendingin
2.         Termisetting plastik: plastik jenis ini tahan pada suhu tinggi, oleh karena itu sering digunakan untuk membuat pegangan panic dan asbak.



b.      Pengguna Kantong Plastik di Indonesia
Plastik merupakan material yang secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yang berkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 220 juta ton/tahun pada tahun 2005.
Berikut  data penggunaan sampah plastik terbesar di dunia :
NO.
Country
Econ klassif
Coastal POP
(millyons)
Waste gen. Rate kg/ppd
% plastic waste
% mismanaged waste
Mismanaged plastic waste (MMT/ year)
%Of total mismanaged plasticwaste
Plastic marine debris (MMT/ year)
1
China
UMI
262,9
1.10
11
0,76
8,82
27,7
1,32-3,53
2
Indonesia
LMI
187,2
0,52
11
83
3,22
10,1
0,48-1,29
3
Philpipines
LMI
83,4
0,5
15
83
1,88
5,9
0,28-0,75
4
Vietnam
LMI
55,9
0,79
13
88
1,83
5,8
0.28-0,73
5
Sri Lanka
LMI
14,6
5.1
7
84
1,59
5,0
0,24-0,64

            Berdasarkan data diatas indonesia menduduki peringkat kedua menyumbang sampah plastik didunia. Maka dari itu kita sebagai generasi mudah harus sadar akan mengurangi mengunakan plastik, satu gerakan akan akan membawa dampak yang sangat besar dimasa yang akan mendatang, pentingnya kesadaran diri yang harus kita tanam dari diri kita masing-masing untuk tidak menggunakan samapah yang tidak bisa didaur ulang.

III.             DAMPAK JANGKA PANJANG

a.      Pencemaran terhadap tanah
Sampah plastik yang berada dalam tanah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme menyebabkan mineral-mineral dalam tanah baik organik maupun anorganik semakin berkurang, hal ini menyebabkan jarangnya fauna tanah, seperti cacing dan mikorganisme tanah,  pada area tanah tersebut, dikarenakan sulitnya untuk memperoleh makanan dan berlindung. Selain itu kadar O2 dalam tanah semakin sedikit, sehingga fauna tanah sulit untuk bernafas dan akhirnya mati. Ini berdampak langsung pada tumbuhan yang hidup pada area tersebut. Tumbuhan membutuhkan mikroorganisme tanah sebagai perantara dalam kelangsungan hidupnya.

Salain dari pendapat diatas sampah dapat menyebabkan terganggunya habitat cacing didalam tanah, padahal cacing adalah salah satu hewan yang hidup didalam tanah yang membantu manusia untuk menggemburkan tanah, cacing juga bisa membantu menyuburkan tanah. Jika ada sampah plastik yang terkubur didalam tanah maka dapat meyebabkan terhambatnya air meresap ke dalam tanah.

b.      Pencemaran udara dan lingkungan

Pada jaman sekarang ini banyak sekali manusia yang kurang sadar betapa bahayanya sampah plastik bagi kesehatan mereka, membuang sampah sembarangan dan plastik tidak dapat dicerna oleh tahan, semangkin banyak sampah yang menumpuk maka semangkin batapa bahanya bagi kehidupan. Meraka belum sadar satu sampah plastik jika setia hari membeli dan membuang berapa O2 yang telah dicemari, kita bernafas memerlukan O2 bersih belum ada noda sedikitpun betapa sayangnya jika anda membuang sampah kemu dian udara taksedap anda hirup kembali, yang semula bersih kini menjadi tidak seperti yang di sumbangkan tumbuhan untuk makluk hidup yang ada di dunia ini.
Satu sampah plastik yang anda pakai setiap hari kemudia berapa kali anda melakukan yang sama di setiap hari menelantarkan dengan sia-sia, kemudia setelah menimbulkan bauk tak sedap berapa makluk yang telah menghirup udara tersebut. Anda tidak merasakan dihari itu namun keluarga selanjutnya lah yang akan merasakan dampak bahanya, betapa kejinya merusak generasi yang akan mendatang.
Tidak hanyak manusia saja yang merasakan tetapi semua ikut merasakan ditanah makluk yang tinggal di dalam tanah, jika di air makluk air juga merasakan dan semua makluk yang tinggal di bumi. Dampak  plastik  terhadap  lingkungan  merupakan  akibat  negatif   yang  harus ditanggung   alam  karena  keberadaan  sampah  plastik.
Penggunaan  kemasan  atau  kantong  plastik  akan  memberikan  akibat  antara  lain:
1.      Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
2.      Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
3.      PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
4.      Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
5.      Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
6.      Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
7.      Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
8.      Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
9.      Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya .
10.  Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
 





IV.             UPAYA MENANGGULANI

a.    Mengalihkan keramah lingkungan

Ada berbagai macam cara dalam menanggulangi sampah plastik. Ada yang didaur ulang (recycle), ada yang dihancurkan menggunakan cara ramah lingkungan, ada pula yang dibuang di tempat pembuangan akhir sehingga tidak ramah lingkungan. Menanggulangi sampah plastik memang susah-susah gampang. Sebagai hasil dari produk sintetis, sampah plastik tidak mudah dihancurkan secara alami. Butuh waktu yang sangat lama untuk mengurai plastik kembali menjadi unsur alam.
Upaya mengurangi sampah plastik ini juga dilakukan mengalihkan ke unit usaha, seperti menggunakan GoodyBag. GoodyBag ini bisa digunakan untuk belanja membawa barang yang relatif banyak, kuat dan tahan lama. Salain GoodyBag juga bisa menggunakan untuk masyarakat menengah kebawah yang mayoritas mereka berbelanja di pasar tradisional untuk mambawa barag bawaannya selain itu juga ada  PaperBag untuk masyarakat menengah keatas yang dominan berbelanja di mall atau swalayan-swalayan besar.
Plastik, styrofoam atau plastik busa juga bisa digunakan untuk kemasan makanan terutama untuk makanan cepat saji. Keunggulan plastik dan styrofoam yang praktis dan tahan lama merupakan daya tarik yang cukup kuat bagi para penjual maupun konsumen makanan untuk menggunakannya Pemakaian styrofoam sebagai kemasan atau wadah makanan memang dengan mempertimbangkan beberapa kelebihan styrofoam, seperti mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang, mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, serta mempertahan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, ringan.
b.    Mengurangi Penggunaan Plastik

Dibalik  segala  dampak  buruk  yang  dibawa  oleh  penggunaan  plastik, ternyata  terdapat   beberapa  cara  yang  dapat  kita  lakukan untuk  mengurangi  penggunaan  plastik  sehingga  dampaknya  pun  terkurang. Berikut  merupakan  beberapa  cara  penanggulangan  plastik  yang  bisa  kita  lakukan:

1. Bawa Reusable Bag (tas ramah lingkungan) saat bepergian selain ramah lingkungan juga  cocok dibawa kemana saja.
  2. Bawa Tumbler atau Lunch Box sendiri saat ke sekolah atau ke kantor selain hemat, juga meminimalisir sampah plastik berbahaya, dan berpartisipasi dalam diet kantong plastik.
Mungkin  cara-cara  ini  belum  dilakukan  oleh  banyak  orang,  namun  kita  bisa  mulai  melakukan  hal  ini  dari  diri  kita  sendiri  dahulu,  sehingga  bisa  menjadi  contoh dan  bisa  dilakukan  oleh  orang  lain. Agar  semakin  banyak  orang  yang  melakukan  hal  ini  untuk  lingkungan  yang  tetap  terjaga  pada  masa  depan. Karena, walaupun tindakan tersebut hanya tindakan kecil tapi bisa berpengaruh besar terhadap lingkungan.
c.     Penanganan Limbah Plastik
 Pada umumnya, sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan sampah. Oleh karena limbah plastik itu tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, akibatnya kita terus menerus memerlukan areal untuk pembuangan sampah. Meskipun tidak beracun, limbah plastik dapat menyebabkan pencemaran tanah, selain merusak pemandangan. Beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mengatasi limbah plastik adalah dengan mendaur ulang (recycle), dengan incinerasi, dan dengan membuat plastik yang dapat mengalami biodegradasi.
Penanganan limbah plastik yang paling ideal adalah dengan mendaur ulang. Akan tetapi, hal itu tampaknya tidak mudah dijalankan. Proses daur ulang melalui tahap- tahap pengumpulan (sortir), pelelehan, dan pembentukan ulang. Tahapan paling sulit adalah pengumpulan dan pemisahan. Kedua tahapan ini akan lebih mudah dilakukan jika masyarakat dengan disiplin tinggi ikut berpartisipasi, yaitu ketika membuang sampah plastik. Dewasa ini plastik yang cukup banyak di daur ulang adalah jenis HDPE dan botol- botol plastik.
Cara lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan membakarnya pada suhu tinggi (incinerasi). Limbah plastik mempunyai nilai kalor yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk pembangkit listrik. Beberapa pembangkit listrik membakar batu bara yang dicampur beberapa persen ban dan plastik bekas. Akan tetapi pembakaran sebenarnya menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran udara. Pembakaran plastik seperti PVC menghasilkan gas HCl yang bersifat korosif. Pembakaran ban bekas menghasilkan asap hitam yang sangat pekat dan gas- gas yang bersifat korosif. Gas- gas korosif ini membuat incinerator cepat terkorosi. Polusi yang paling serius adalah dibebaskannya gas Dioksin yang sangat beracun pada pembakaran senyawa yang mengandung klorin seperti PVC. Untuk itu, pembakaran harus dilakukan dengan pengontrolan yang baik untuk mengurangi polusi udara.
Sekitar setengah dari penggunaan plastik adalah untuk kemasan. Oleh karena itu, sangat baik jika dapat dibuat plastik yang bio- atau fotodegradable. Hal ini telah diupayakan dan telah mulai dipasarkan. Kebanyakan plastik biodegradable berbahan dasar Amilum (Zat Tepung). Sayangnya, plastik jenis ini lebih mahal dan kelihatannya masyarakat enggan untuk membayar lebih plastik Biodegradable














V.                         KESIMPULAN
Plastik telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini, kita telah mengetahui bahwa plastik itu berbahaya tetapi masih banyak digunakan dalam pebuatan kemasan, pesawat, namun alangkah baikanya jika kita mengurangi penggunaan plastik satu gerakan akan berdampakbesar di kemudian hari. Plastik itu berbahaya karena susah terurai oleh mikoorganisme, plastik berdampak jangka panjang yang dapat mengganggu lingkungan O2 yang tercemar, terhambatnya saluran biopori tanah.

Sampah dapat diatasi dengan cara memindahkan ke ramah lingkungan untuk masyarakat atas bisa menggunakan PaperBag dan utuk masyarakat mengah kebawah bisa menggunakan GoodyBag. Bawa Reusable Bag (tas ramah lingkungan) saat bepergian selain ramah lingkungan juga  cocok dibawa kemana saja. Bawa Tumbler atau Lunch Box sendiri saat ke sekolah atau ke kantor selain hemat, juga meminimalisir sampah plastik berbahaya, dan berpartisipasi dalam diet kantong plastik